Minggu, 25 Maret 2012

hanya ingin bikin anda senyum :)

Suatu hari,ketika sedang menebang
pohon, seorang penebang kayu
kehilangan kapaknya karena
terjatuh ke sungai. Lalu dia menangis
dan berdoa, sehingga Dewa muncul.
“ Mengapa kamu menangis?”
Si penebang kayu sambil terisak
menceritakan bahwa kapak sebagai
sumber penghasilan satu-satunya
telah jatuh ke sungai.
Lalu Dewa seketika mnghilang dan
muncul kembali membawa kapak
emas. “Apakah ini
kapakmu?”tanya sang Dewa.
“Bukan, Dewa ” jawab lelaki itu.
Lalu Dewa menghilang dan muncul
kembali membawa kapak perak.
“ Apakah ini kapakmu?” tanya
sang Dewa lagi. “Bukan itu Dewa”
lelaki itu tetap mnggelengkan
kepalanya.
Setelah menghilang kembali dalam
sekejap mata Dewa datang lagi dan
kali ini membawa kapak yang jelek
dengan pegangan kayu dan mata
besi. “Apakah ini kapakmu?”
“Ya, Dewa, benar ini kapak saya”.
*sambil tersenyum senang.
Lalu sang Dewa berkata, Kamu orang
jujur, karena itu Aku akan
memberikan ketiga kapak ini
untukmu sebagai upah
kejujuranmu ” .
Lelaki itu sangat bersyukur dan
pulang ke rumahnya dengan sangat
gembira
Quote:
Beberapa hari kemudian ketika
sedang menyeberang sungai, istri si
penebang kayu yang jujur itu
terjatuh dan hanyut dibawa aliran
sungai yang deras.
Lagi, si penebang kayu menangis
dan berdoa
Kemudian Dewa muncul.”Mengapa
kamu menangis?” “Istri saya
satu-satunya yg sangat saya cintai
terjatuh ke sungai, Dewa.
“ Lalu Dewa mnghilang ke dalam
sungai dan muncul kembali dengan
membawa luna maya Apakah ini
istrimu ?” “Ya, Dewa”.
Lalu Dewa marah dan berkata
“ Kamu berbohong, kemana
perginya kejujuranmu? “
Lelaki itu dengan takut dan gemetar
berkata, “Dewa, seandainya saya
tadi menjawab tidak, Dewa akan
kembali dengan membawa cut tary,
dan jika saat itu saya juga menjawab
tidak, Dewa akan kembali membawa
istri saya yang asli, dan jika ketika itu
saya menjawab iya, Dewa akan
memberikan ketiganya untuk
menjadi istri saya smile
Saya ini orang miskin Dewa …!!! ,
tidak mungkin saya bisa
membahagiakan tiga orang istri”.
kecuali Ariel.. :D
by : Poppy Ayudia Puteri (@poppyanwar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar